Stabilkan Harga, Pasar Murah Ramadhan Digelar di 22 Kecamatan Blitar

oleh

Blitar – Pemkab Blitar menggelar pasar murah di 22 kecamatan. Dengan menggandeng pihak swasta, produsen dan gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), pasar murah diharapkan bisa menstabilkan harga sembako selama .

Pasar murah mulai dibuka sejak Selasa (7/5) dan akan berakhir pada 29 Mei mendatang. Pasar murah pertama digelar di Kecamatan Sanankulon, dan disambut antusias oleh warga.

“Nyicil buat lebaran, mumpung harganya masih murah. Nanti kalau deket-deket lebaran biasanya semua harga pada naik,” kata Muntiarni, warga Kecamatan Kanigoro pada , Jumat (10/5/2019).

Beberapa jenis sembako dijual lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasar. Rata-rata selisih harga sekitar Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Sembako yang dijual beragam. Seperti minyak goreng, beras, tepung, gula dan telur.

Untuk minyak goreng, di pasar harganya Rp 24 ribu per liter. Sedangkan di pasar murah hanya Rp 22 ribu. Kemudian harga satu pak telur berisi 15 butir di pasar mencapai Rp 23 ribu. Sementara di pasar murah hanya Rp 20 ribu.

“Ya, karena kami menggandeng toko modern yang punya program promo, gapoktan dan produsen langsung. Seperti telur ini, langsung dari koperasi peternak ayam petelur di Blitar. Makanya ada selisih harga yang lumayan bisa dinikmati masyarakat,” kata Sekretaris Disperindag Pemkab Blitar Sri Astuti saat dikonfirmasi .

Pasar murah itu, lanjut Sri, merupakan aplikasi operasi pasar yang digelar pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kegiatan seperti itu rutin dilakukan setiap tahun. Tidak hanya untuk umat Islam, namun juga untuk umat beragama yang lainnya.

Saat membuka pasar murah beberapa waktu lalu, Bupati Blitar Rijanto berpesan pada warga untuk berbelanja secukupnya saja. Karena esensi bulan suci adalah menjaga nafsu duniawi.

“Walaupun harganya murah, belanja secukupnya saja. Seperlunya sesuai yang dibutuhkan. Gak usah menimbun. Karena puasanya itu juga menahan diri belanja berlebihan,” pungkas Rijanto.

‘Naik Turunnya Harga Pangan di Pasar Kramat Jati’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!