Debut Perdana, Saham Bliss Properti Indonesia Naik 69,33 Persen

oleh

Uri.co.id, Jakarta PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA) resmi dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini, Jumat (10/5/2019).

Pada pencatatan perdana ini, saham POSA naik 69,33 persen atau 104 poin ke level Rp 254. Saham POSA ditransaksikan sebanyak 542 kali dengan volume sebanyak 7.545 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 190,89 juta.

Corporate Secretary Astried Damayanti menuturkan jumlah saham Perseroan yang dilepas ke publik mencapai 1,7 miliar saham.

Itu sebesar 20,26 persen dari modal disetor dan ditempatkan POSA setelah Penawaran Saham Perdana atau initial public offering (IPO). Dari aksi korporasi ini, Perseroan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 255 miliar.

Dana dari hasil IPO tersebut antara lain akan digunakan 79 persen untuk modal kerja perseroan dan perusahaan anak untuk pembiayaan operasional pusat, perbelanjaan, perawatan gedung dan peralatan, serta membayar kewajiban kepada supplier dan vendor.

Sisanya, 21 persen dana akan digunakan untuk penyelesaian Jambi City Center (JCC) dan renovasi Lombok City Center (LCC).

Waran Seri I

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Uri.co.id/Immanuel Antonius)

Perseroan juga menawarkan pemanis 2,295 juta Waran seri I yang menyertai Saham Baru Perusahaan atau sebanyak 34,31 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I diterbitkan berdasarkan Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri I dalam rangka penawaran umum perdana saham No 10 tanggal 23 Januari 2019.

Dalam aksi korporasi ini, POSA menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek.

Sebagai informasi, Perseroan mengelola pusat perbelanjaan di Kota Ambon yakni Ambon City Center dan juga pusat perbelanjaan melalui anak perusahaan di Kota Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang dan Jambi.

BEI Sebut Ada Perusahaan Fintech yang Jajaki IPO

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (), Inarno Djajadi menuturkan, sudah ada perusahaan financial technology (fintech) yang sedang jajaki untuk menawarkan saham perdana atau Initial Public Offering ().

Namun, Inarno masih belum mau terbuka lebih jauh, perusahaan mana saja yang hendak mencatatkan namanya sebagai emiten baru di pasar modal.

“Terlalu dini mungkin kalau saya sebutkan. Tapi ada yang sudah menjajaki untuk melantai di bursa. Tapi belum saatnya saya bicara itu siapa saja,” ungkap dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Saat ditanya kapan perusahaan yang dimaksud bakal melakukan penjajakan IPO, lagi-lagi ia belum mau menjawab lebih rinci.

“Mungkin itu butuh proses. Kalau bisa secepatnya lebih baik. Tapi memang ada beberapa kendala yang dihadapi,” sebut dia.

“Salah satunya mungkin bahwasanya bentuk badan hukumnya tidak PT (Perseroan Terbatas). Persyaratan di kita untuk listing salah satunya harus PT,” dia menandaskan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!