Diwarnai Protes Hingga Gebrak Meja, Rekapitulasi Provinsi Jatim Molor

oleh

Surabaya – Rekapitulasi Tingkat KPU Jatim sedianya ditarget rampung Kamis (9/5). Namun, nyatanya masih menyisakan beberapa provinsi yang belum direkap.

Hal ini dikarenakan terjadi beberapa protes saat rekapitulasi perolehan suara tingkat DPRD di Kabupaten Pamekasan. Beberapa anggota pemilu yang mewakili partainya mengemukakan beberapa datanya yang menghilang.

Salah satunya Partai Demokrat (PD), Sekretaris DPW PD Jatim Renville Antonio menyatakan keberatan atas suara di dua kecamatan di Pamekasan. Dia mengatakan suara partainya menghilang total 4.876 suara.

“Kami hanya meneruskan keberatan yang telah dilakukan saksi, sudah tertulis resmi dari laporannya Bawaslu. Belum ditindaklanjuti, kami minta ditindaklanjuti. Detail keberatannya di dua kecamatan, Batu Marmer dan Waru ada kesalahan penjumlahan, suara kami selisihnya 4.876 lebih suara,” papar Renville ditemui usai rekapitulasi di Hotel Singgasana Surabaya, Kamis (9/5/2019) malam.

Namun, Renville mengatakan pihak KPU dan Bawaslu telah mengakomodir keberatannya dengan menyandingkan data yang ada.

“Kami berprasangka baik, mungkin karena capek, lelah ada kesalahan pemasukan angka. Itu kami serahkan pada KPU kabupaten untuk menyandingkan datanya sendiri,” imbuh Renville.

Tak selesai di situ, proses rekapitulasi tingkat DPRD Provinsi pun berjalan cukup lama. Pasalnya beberapa partai hingga saksi berebut mengemukakan masalah yang sebelumnya sudah tertuang di rekapitulasi tingkat kabupaten dan kota.

Salah satunya, diwarnai aksi gebrak meja oleh saksi dari Partai Golkar Sahat Tua Simanjuntak. Tak puas dengan jawaban KPU, Sahat pun sampai menggebrak meja. Dia menilai jawaban KPU Jatim berbelit-belit.

“Sudah, putuskan saja mana (aturan) yang direkom,” kata Sahat.

Lantaran ada beberapa permasalahan, KPU Jatim sempat menskors rapat pleno selama beberapa menit untuk mendiskusikan permasalahan tersebut dengan Bawaslu.

Menanggapi beberapa aksi protes dengan gebrak meja tersebut, Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan hal tersebut merupakan suatu yang biasa.

“Ndak, itu biasa. Saya kira itu biasa,” kata Anam.

Anam pun mengatakan akibat molornya proses rekapitulasi, pihaknya terpaksa memperpanjang waktunya di hari ini. Sementara rapat pleno Pamekasan sempat dipending dan dilanjutkan dengan pembacaan rekapitulasi Kabupaten Sumenep hingga batas waktu pukul 02.00 WIB dan akan dilanjutkan pagi ini.

“Kita kelihatannya akan melakukan proses perpanjangan proses rekap ini mungkin sampai besok. Karena kita realistis hari ini dari target empat kita masih satu pun belum menyelesaikan. Habis ini Sumenep pembacaan kalau memang ini selesai maka kita pending sampai besok, kita lanjut lagi,” pungkas Anam.

‘Rekapitulasi Suara di Sampang Ricuh!’:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!