Ketum Ditangkap KPK, Suara PPP di Cimahi Rontok

oleh

Cimahi – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kehilangan dua kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 untuk DPRD Kota Cimahi. Padahal Pileg 2014 lalu PPP bisa meraup lima kursi.

Ketua DPC PPP Kota Cimahi Agus Solihin mengatakan ada beberapa faktor yang membuat suara dukungan untuk partainya menurun. Salah satunya Ketua Umum PPP Rommahurmuzy yang terjerat kasus suap.

“Di lain sisi kita dari dampak pilpres yang pertama kena negatifnya itu PPP. Khususnya di Cimahi ini kan kental sekali dengan isu agama, yang diisukan di pilpres ini sehingga PPP yang rontok (suaranya),” kata Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (9/5/2019).
Awalnya, PPP optimis bisa meraih hasil yang lebih baik dibandingkan Pileg 2014. Namun, berbagai permasalahan yang berkecamuk kian menyudutkan PPP. “Kita masih bersyukur bertahan di tiga kursi dari 5 kursi. Turun 2 kursi (dari Pileg 2014),” katanya.

Pihaknya pun mendorong pelaksanaan Muktamar Luar Biasa untuk pembenahan PPP ke depannya. Namun, terkait figur yang akan diusung masih akan menunggu keputusan dari DPW.
Tiga nama yang memperoleh suara terbanyak dari PPP adalah Eddy Sofyan dari Dapil 6 dengan raihan 2.978 suara, disusul Neng Cucu dari Dapil 4 dengan 1.869 suara, kemudian Agus Solihin dari Dapil 5 dengan 1.705 suara.

Sedangkan untuk meraih suara partai cukup anjlok. Dari Dapil 1, PPP hanya meraup 333 suara, Dapil 2 sebanyak 288 suara, Dapil 3 dengan 723 suara, Dapil 4 meraih 529 suara, Dapil 5 meraih 472 dan Dapil 6 meraih 454 suara.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!