De Ligt: Andai Pertandingan Selesai Lima Detik Lebih Cepat

oleh

Amsterdam – Kekalahan dari meninggalkan kekecewaan mendalam bagi penggawa tuan rumah. Ruang ganti mereka begitu sunyi usai laga ini.

Impian Ajax untuk tampil di laga final musim ini harus kandas. Hal itu terjadi setelah mereka secara dramatis harus kalah 2-3 dari Tottenham pada leg kedua semifinal di Johan Cruyff Arena, Kamis (9/5/2019).

Tuan rumah yang menang 1-0 pada leg pertama sebenarnya mampu tampil menyakinkkan di awal laga ini. Mereka bahkan menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0 lewat gol dari Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Namun situasi berubah drastis saat laga memasuki babak kedua. Tottenham mampu bangkit dengan menyamakan kedudukan hanya dalam selang empat menit melalui Lucas Moura (menit ke-55 dan 59′).

Bencana kemudian hadir bagi De Goedenzonen saat laga memasuki menit terakhir. Moura mencetak hat-trick di laga ini. Meski agregat sama kuat 3-3, namun Tottenham berhak melaju ke partai puncak karena unggul produktivitas gol di kandang lawan.

Hasil ini juga sekaligus menghentikan kejutan Ajax di ajang “Si Kuping Besar” musim ini. Sebelumnya pasukan muda Ajax membuat kagum banyak orang usai menyingkirkan dua kandidat kuat juara yaitu Real Madrid dan Juventus.

Gol pamungkas yang terjadi di detik-detik terakhir pertandingan terasa lebih menyakitkan buat Ajax, itu juga meninggalkan kekecewaan yang begitu dalam bagi skuat Erik Ten Hag. De Ligt bahkan mengatakan seusai laga ruang ganti timnya begitu sunyi.

“Wasit mengatakan laga hanya tersisa satu menit dan kami tahu kami harus berjuang keras. Kami pikir kami berhasil, tetapi itu tidak terjadi. Pertandingan berlangsung lima detik terlalu lama, ujar De Ligt dilansir dari situs resmi UEFA.

“Rasanya seperti tanah menghilang dari bawah kaki kami. Begitu dekat. Kami sudah sangat dekat. Tentu saja ruang ganti sunyi dan sepi setelah itu. Tapi, betapa sangat menyakitkannya ini, kami telah melakukan perjalanan yang fantastis – dan kami bisa saja menjadi juara.

“Sangat menyenangkan melihat dukungan yang diberikan penggemar kami kepada kami, itu membuat kami menyadari betapa besar arti perjuangan kami bagi mereka. Jika kami memenangkan gelar ini saya akan merasa sangat bangga, dan itu akan mempermudah kami menghadapi situasi yang sulit. Satu kaki kami telah berada final Liga Champions namun dengan hanya beberapa detik semuanya hilang,” tuturnya menambahkan.

Pemain 19 tahun ini juga memuji penampilan Tottenham di laga ini. Menurutnya The Lillywhites mampu memberikan tekanan yang luar biasa bagi Ajax.

“Spurs bermain dengan intensitas yang luar biasa, dan itu menyebabkan kami banyak masalah, terutama di babak kedua. Kami benar-benar tidak bisa menghilangkan tekanan yang mereka timbulkan kepada kami,” ungkapnya memuji tim tamu.

Tak Kuasa Menahan Tangis, Pochettino: Terima Kasih Sepakbola!:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!