2 Kapal Perang AS Berlayar di Laut China Selatan, China Geram

oleh

Washington DC – Militer (AS) mengakui dua kapal perangnya berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim China di perairan sengketa . Otoritas geram dengan aksi kapal perang AS ini dengan menyebutnya sebagai ‘langkah provokatif’.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/5/2019), juru bicara Armada ke-7 pada militer AS, Komandan Clay Doss, mengonfirmasi aktivitas dua kapal perang AS dalam pernyataannya kepada Reuters.

Doss menyebut bahwa kapal penghancur rudal Preble dan Chung Hoon berlayar dalam jangkauan 12 mil laut (22 kilometer) dari Karang Gaven dan Johnson yang ada di gugusan Kepulauan Spratlys di Laut China Selatan.

Disebutkan Doss bahwa aktivitas dua kapal perang AS itu bertujuan untuk ‘menantang klaim maritim berlebihan dan menjaga akses pada jalur perairan yang diatur oleh hukum internasional’.Menanggapi aktivitas dua kapal perang AS ini, China memberikan reaksi keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan, kapal-kapal AS masuk ke perairan dekat pulau-pulau kecil tanpa izin pemerintah China. Diungkapkan juga oleh Geng bahwa kapal Angkatan Laut China telah memperingatkan kapal-kapal perang AS itu untuk pergi dari area tersebut.

“Langkah-langkah yang diambil kapal-kapal AS telah melanggar kedaulatan China, dan merusak perdamaian, keadaan dan ketertiban perairan terkait. China sangat merasa tidak puas dengan ini dan dengan tegas menentangnya,” tegas Geng dalam konferensi pers.

“China mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan langkah-langkah provokatif semacam itu,” ucap Geng, sembari menambahkan bahwa China akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan.

Diketahui bahwa militer AS sejak lama meyakini bahwa operasi pelayarannya dilakukan di seluruh wilayah di dunia ini, termasuk area-area yang diklaim oleh para sekutunya. Operasi pelayaran AS itu ditegaskan terpisah dari pertimbangan politik apapun. Beberapa waktu terakhir, AS melakukan operasi yang tampaknya dimaksudkan untuk menangkal upaya-upaya China untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis yang menjadi lokasi operasional kapal-kapal militer China, Jepang dan beberapa negara Asia Tenggara.

China diketahui mengklaim hampir semua wilayah perairan strategis Laut China Selatan dan kerap mengecam AS juga sekutu-sekutunya yang menjalankan operasi militer di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China.

AS menyebut China sengaja melakukan militerisasi Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer pada pulau-pulau buatan dan karang di perairan sengketa tersebut. Namun China menegaskan pembangunan itu diperlukan sebagai pertahanan diri. China juga balik menuding AS sebagai pemicu meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat militer dekat dengan pulau-pulau yang diklaim China.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!