Caleg DPRD Jabar Asal Karawang yang Meninggal Raup Ribuan Suara

oleh

Karawang – Dua caleg asal Karawang dilaporkan meninggal dunia sebelum pencoblosan 17 April 2019. Namun rupanya masih banyak masyarakat yang memilih mereka.

Suharyana misalnya, seorang caleg PDIP Karawang untuk dapil 10 DPRD Jabar diyakini mendapat 1.364 suara. Suharyana mangkat setelah namanya ditetapkan dalam Daftar Caleg Tetap (DCT). “Itu berdasarkan penghitungan internal kami. Karena pleno KPU tingkat kabupaten belum selesai,” kata Chattaman, Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Karawang ditemui di sela Pleno Rekapitulasi Perhitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di Aula Hotel Akshaya, Karawang, Jumat (3/5/2019).

“Pak Suharyana meninggal setelah sakit keras. Atas permintaan keluarga almarhum, kami tidak menghapus namanya,” tutur Chattaman.

Chattaman menuturkan, Suharyana mendapat cukup banyak suara di Kecamatan Rengasdengklok, Cilamaya Wetan dan Jayakerta. Menurut Chattaman, Suharyana masih dipilih lantaran dipercaya masyarakat.

“Di DPC PDIP, almarhum menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi. Dia memang dikenal militan dan dekat dengan masyarakat,” tutur Chattaman.

Bawaslu Karawang sebetulnya telah mencoret nama Suharyana melalui Surat Keputusan Nomor 01/TM/PL/ADM/Kab.Karawang/13/19/2/2019. Ia dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) lantaran berhalangan hadir karena meninggal dunia.

Caleg lain yang meninggal dunia tapi mendapat suara adalah Anjar Sumbara dari Partai Amanat Nasional (PAN). Caleg DPRD Jabar di dapil 10 itu mendapat sebanyak 33 suara,

Sementara itu, Ketua KPU Karawang Miftah Farid menuturkan suara untuk Suharyana maupun Anjar Sumbara tetap sah dan dihitung. Menurut Miftah, nama keduanya tercetak di surat suara karena kedua almarhum meninggal setelah surat suara dicetak. “Keduanya meninggal setelah surat suara rampung sicetak,” kata Miftah saat dikonfirmasi via telepon.

Miftah menuturkan, KPU telah mengeluarkan surat edaran di TPS ihwal caleg – caleg yang meninggal. “Kami sudah edarkan surat tentang caleg meninggal,” tutur Miftah.

Meski begitu, kata Miftah suara untuk Suharyana maupun Anjar Sumbara tidak sia – sia. “Suara untuk kedua almarhum akan dihitung untuk partai masing – masing di dapil mereka,” pungkas Miftah.

Tonton juga video Kisah Anak Loper Koran Melenggang ke Kursi Dewan:

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!