OSO Securities: IHSG Diperkirakan Menguat ke 6.581

oleh

Jakarta – Pada perdagangan akhir pekan kemarin (8/2), ditutup melemah sebesar 0,23% ke level 6.521,66. Sebanyak tujuh dari 10 indeks sektoral berakhir dalam zona merah, di mana sektor Industri Dasar dan Pertambangan memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,73% dan 1,46%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks diantaranya: BBRI, UNTR, CPIN, ASII, TLKM.

Pelemahan pada indeks sejalan dengan rilisnya data Neraca Pembayaran kuartal IV-2018 yang tercatat defisit sebesar US$ 9,1 miliar jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan kuartal IV-2017. Sementara itu rilisnya data penjualan motor bulan Januari 2019 yang tercatat naik 17,9% belum mampu membawa indeks untuk berada di dalam zona hijau. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 205 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,25% ke level 13,955

Pada pekan kemarin indeks utama bursa Wall St ditutup mixed dengan mayoritas berada dalam zona hijau. Indeks S&P naik tipis 0,07%, Nasdaq menguat 0,14%. Sedangkan indeks Dow Jones turun 0,26%. S&P dan Nasdaq berhasil membuat ditengah pernyataan Presiden Trump terkait dirinya yang tidak memiliki rencana untuk bertemu Presiden China sebelum 1 Maret. Selain itu, Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang melarang peralatan telekomunikasi China dari nirkabel AS. jaringan sebagai bagian dari upaya untuk menopang keamanan siber AS.

IHSG ditutup melemah sebesar 0,2% ke level 6,536. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic netral dan MACD histogram negatif dengan volume turun. Diperkirakan IHSG bergerak mixed kecenderungan menguat dengan pergerakan di kisaran 6.498-6.581.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!